Selasa, 14 Desember 2010

Internet SEHAT, SYMANTEC

DETIKPOS.net - Saat ini anak-anak sudah biasa ber-Internet, apalagi PR mereka tak jarang menuntut pencarian bahan di Internet. Namun hasil survei Norton Online Living Family Maret lalu mengungkapkan enam dari 10 orang dewasa mengatakan anak-anak menghabiskan “terlalu banyak” waktu untuk beraktivitas online dan 45% anak-anak setuju.

Maka orang tua pun – yang menguatirkan kasus Megan Meier, sexting sampai cyberbullying - menempatkan bahaya Internet di urutan atas dalam daftar kekuatirannya. Apalagi hHampir setengah dari anak-anak yang disurvei (47% di Amerika Serikat) mengaku mencari atau membaca subyek “sensitif’ ketika online.

Di Indonesia pun, kasusnya tak jauh beda. Ambil contoh Anas. Ibu dua anak itu kemarin bercerita bagaimana anak-anaknya ternyata telah ‘berkeliaran’ ke situs-situs ‘tak sehat’ selama ini. Bukannya ia tidak mengawasi kegiatan si buah hati, tetapi anak-anak itu menggunakan mesin pencari dengan memasukkan kata kunci. Celakanya, hasil pencarian dengan kata kunci yang benar pun bisa memunculkan situs-situs yang tak sehat bagi perkembangan jiwa anak-anak. “Begitu diklik baru ketahuan kalau situs itu begitu,” tuturnya kesal. “Kan kita tidak mungkin mengawasi mereka terus-menerus saat online,” tambahnya.

Kekuatiran Anas dan orang tua di belahan dunia mana pun ini dijawab Symantec Corp. (Nasdaq: SYMC), pembuat software keamanan Norton, dengan meluncurkan sebuah layanan keamanan keluarga berpendekatan baru. Layanan berbasis Web ini bernama OnlineFamily.Norton (tersedia di http://onlinefamily.norton.com) dan bebas dipakai sampai 1 Januari 2010.

Agak berbeda dengan biasanya, OnlineFamily.Norton tidak berfokus pada memblokir dan memonitor kegiatan online anak-anak, tetapi mendorong adanya diskusi di antara anak dan orang tua. Dibuat berdasarkan filosofi dialog, OnlineFamily.Norton membuat orang tua terus mendapat update tidak hanya mengenai hal-hal yang dilakukan anak-anak mereka ketika online, tetapi juga hal-hal yang mereka minati ketika terkoneksi ke Internet maupun tidak terkoneksi.

Cara menggunakannya cukup mudah.. Orang tua membuat sebuah akun online di situs OnlineFamily.Norton, lalu mengunduh dan meng-instal aplikasi kecil Norton Safety Minder kecil ke komputer anak.

Ketika memasang layanan ini, orang tua dan anak-anak didorong untuk duduk bersama dan membuat Aturan Rumah mengenai aktivitas online bersama. Anak-anak akan selalu menyadari bahwa OnlineFamily.Norton aktif di komputer mereka, dan mereka juga dapat melihat Aturan Rumah yang telah mereka setujui dengan orang tua mereka kapan pun. Orang tua dapat melihat kata-kata dan frase-frase pencarian yang digunakan anak-anak di situs-situs seperti Google, YouTube, dan Wikipedia, dan ke mana mereka menuntun anak-anak mereka ketika online.

Fitur ini juga memberi sebuah wawasan kepada orang tua mengenai topik-topik yang diminati anak-anak mereka. Anak juga dapat mengirim informasi ke orang tuanya secara real-time via situs situs OnlineFamily.Norton atau e-mail mengenai maksud mereka ketika mencoba mengunjungi situs yang diblokir.

OnlineFamily.Norton juga memonitor kegiatan di situs jaringan sosial (Facebook, MySpace) dengan kemampuan untuk melihat bagaimana anak-anak merepresentasikan diri mereka, kapan mereka login, dan seberapa sering. Jadi begitu melihat ‘keanehan’, orang tua bisa memulai percakapan dengan anak mereka.

Layanan ini akan memberikan laporan yang jelas tentang berbagai aktivitas yang didaftar dengan urutan kronologis, termasuk thumbnail situs yang dikunjungi oleh anak-anak.

Tertarik? Nah, silakan menjajalnya. Gratis sampai 1 Januari 2010 dan bisa dijalankan di PC Windows (XP Home atau Professional, SP2 atau yang lebih baru; XP Media Center Edition 2005, Vista 32-bit atau 64-bit, SP1 atau yang lebih baru) atau Mac (Mac OS X 10.5).

Sumber: Kompas.com

Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Magelang banjir lahar dingin

DETIKPOS.net - Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah, dalam keadaan lumpuh total akibat diterjang banjir lahar dingin. Desa tersebut terendam batu, pasir dan lumpur dengan ketinggian mencapai lebih dari 3 meter.

Akibat banjir lahar dingin, sebanyak ribuan orang warganya harus diungsikan. Titik pengungsian yang dipilih adalah yang berada di Kecamatan Muntilan yaitu di Balai Desa Sriwedari dan Tempat Pengungsian Akhir (TPA) Tanjung.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Urusan Kesejahteraan (Kaur Kesra) Desa Sirahan, Kecamatan Salam Muhammad Rochim (40) saat ditemui detikcom Senin(10/01/2011) di sekitar Desa Sirahan, Kecamatan Ngluwar, Magelang.

“Sebanyak 1033 KK dari tujuh dusun 90 persen dipastikan rumahnya rusak berat. Rumah yang hanyut saat ini yang diketahui ada tujuh dan masih bisa bertambah jumlahnya. Aparat desa saat ini mulai melakukan pendataan,”tegas Muhammad Rochim.

Rochim menyatakan kondisi rumah-rumah ada yang terendam material banjir lahar dingin dan ada yang sampai saat ini diterjang luapan banjir lahar dingin dengan rata-rata ketinggian mencapai 2 meter lebih.

“Mencapai di bawah genteng persis dan sulit untuk menyelamatkan beberapa barang-barang serta harta benda penduduk. Sebab banjir datang menjelang malam hari dan secara tiba-tiba,” tegas Muhammad Rochim.

Sejak semalam, warga langsung melarikan diri ke masjid desa setempat yang berisi anak-anak dan manula. Namun, masjidpun ikut diterjang banjir lahar dingin dan akhirnya diungsikan ke dua kantong pengungsian di Kecamatan Muntilan yang jaraknya 2 kilometer dari Desa Sirahan, Kecamatan Salam.


Puluhan Kendaraan Bermotor Terendam Banjir

Selain, rumah dan masjid yang rusak, ada 7 unit mobil yang ikut terendam. Puluhan truk penambang yang ada dibantaran Kali Putihpun juga ikut terendam.

“Puluhan sepeda motor milik warga juga masih berusaha untuk dievakuasi sebab terjebak dan terendam oleh material banjir lahar dingin yang datang semalam,”tegas Rochim.

Fasilitas masyarakat berupa Balai Desa, Puskesmas Pembantu Kecamatan Salam dan tiga sekolahan yaitu 2 Taman Kanak-kanak (TK)dan 1 SD Negeri Sirahan II, Kecamatan Salam juga ikut terendam material lahar dingin.

“Kondisi jalan parah, saat ini sungai bentukan akibat banjir lahar dingin membelah Desa Sirahan dan mengakibatkan ribuan warga merasa was-was,”tegas Muhmmad Rochim.

Saat ini, warga masih secara gotong-royong membersihkan rumah mereka yang terendam oleh banjir material lahar dingin. Mereka juga mencoba untuk mengevakuasi mobil dan kendaraan bermotor juga berusaha keras untuk menyelamatkan harta benda mereka yang masih bisa diselamatkan. [detiknews/ris]

Selasa, 07 Desember 2010

Mengaji Alquran Online

DETIKPOS.net - Guna menyiasati era teknologi informasi yang semakin merusak moralitas anak bangsa, pengurus Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Jawa Timur, menggelar serangkaian pengajian serta menggelar pengajian internet selama bulan suci Ramadan nanti. Demikian disampaikan Ketua Panitia Ramadan Kariim MAS Helmy M. Noor, Selasa (10/8).

Setiap harinya materi pengajian internet itu berubah. Senin membahas Bisnis Islami, Selasa soal Konsultasi Keluarga Sakinah dan Jelajah Situs Islami, Rabu bertema Tafsir Interaktif, Kamis mengupas Fiqh Interaktif, Jumat membicarakan Alquran Online, Sabtu mengusung Moslem Entertainment, dan Minggu menyorot Facebook dan Twitter. Acara Ngaji Internet ini berlangsung mulai 13.00-14.30 WIB dengan layanan gratis Wi-Fi atau jaringan nirkabel serta menyediakan 10 sarana komputer.

"Ngaji Internet itu akan dipandu instruktur yang mengajak para peserta atau jemaah untuk browsing atau menjelajah konten sesuai dengan tema harian, setelah itu para ustad akan mengkaji dan dialog dengan peserta," terangnya.

Dalam kajian fikih kontemporer, misalnya, peserta akan diajak menelusuri halaman apa saja yang terkonsentrasi pada kajian fikih. Serta mendiskusikannya dengan Profesor Ahmad Zahro, (Fikih Kontemporer), Prof. M. Roem Rowi (Tafsir Tematik), Dr. Hasniah Hasan (Life Style dan Keluarga Sakinah), dan Abdul Hamid Syarifuddin (Alquran Online).

Selain itu, Ngaji Internet ini juga akan dipandu insruktur "browsing", yakni ustad Yusuf Manshur, Jefri al Bukhori, dipandu melalui situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. [l6/ris]

Sabtu, 04 Desember 2010

Merapi 13 November 2010, Misteri Keberadaan Macan Tutul Merapi Read more: http://www.detikpos.net/2010/11/merapi-13-november-2010-misteri.html#ixzz1D


DETIKPOS.net - Macan tutul atau Panthera pardus terlihat melintas di Dusun Quaron, Kelurahan Candibinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, DIY, pada Kamis 10 November 2010, sekitar pukul 13.00 WIB.

Lokasi ini berjarak sekitar 12 kilometer dari puncak Merapi. Kondisinya mengkhawatirkan. Kaki penuh luka bakar dan sekujur tubuh dipenuhi abu vulkanik Merapi.

Pemunculan macan tutul ini menjadi tanda tanya. Karena, hewan pemanjat pohon ulung ini bukan merupakan salah satu kelompok satwa liar di Taman Nasional Gunung Merapi. Tetapi, memang sejak 2004 disebutkan bahwa macan tutul dan elang Jawa merupakan salah satu penghuni Merapi. Keberadaan macan tutul memang diakui, tetapi hingga kini jumlahnya tidak pernah diketahui.

"Saya yakin macan tutul ada di Merapi. Tetapi, hingga kini tidak pernah ada data jumlah hewan itu," kata Manajer Kebun Binatang Gembiraloka Joko Tirtono kepada VIVAnews.com.

Untuk menghitung jumlah mereka harus menggunakan alat khusus dengan fasilitas inframerah. Alat itu akan menghitung secara otomatis ketika dilewati hewan buas yang lincah ini. Tetapi sayangnya,"Kami tidak pernah punya alat itu," kata Joko.

Kepastian bahwa itu adalah macan tutul baru diperoleh Jumat 12 November 2010, siang kemarin. Saat mendengar ada kabar macan terlihat di lereng Merapi, Joko langsung menuju daerah yang masih masuk zona bahaya itu.

Di sana ada Solkidi, saksi mata yang juga pekerja peternak ayam. Solkidi mengaku hanya sekali melihat hewan langka yang dilindungi undang-undang itu. Joko pun memperlihatkan foto-foto kucing-kucing raksasa buas kepada Solkidi. Saat ditunjukkan foto macan tutul, Solkidi mengiyakan.

Joko pun menelusuri jejak-jejak macan tutul yang menuju Kali Gendol. Tetapi anehnya, saat diikuti jejak itu terputus. Hilang begitu saja tanpa diketahui sebabnya. Salah satu dugaan, hewan itu hinggap di atas pohon yang rindang. Sesuai karakternya.

Tetapi, di lokasi Candibinangun itu tidak ada pohon lebat yang menjadi favorit si macan. Bila tidak ada umpan yang dilahap, ada kemungkinan si kucing besar itu akan pindah ke lokasi lain. "Tapi jangan khawatir, jarak jelajah macan itu paling jauh sekitar lima kilometer," kata dia menenangkan.

Akhirnya, petugas memasang jebakan dengan umpan ayam dan kambing muda. "Menggunakan kambing muda diharapkan bisa meningkatkan rangsang si macan tutul. Karena, kambing muda itu selalu menjerit tak pernah berhenti. Bisa juga dirangsang dengan darah ayam," ujar dia.

Sejak penampakan itu, tidak ada hewan ternak atau warga yang menjadi korban. Mudah-mudahan hari ini ada hasil. [vivanews/ris]

Kamis, 14 Oktober 2010

Akses INTERNET Tercepat didunia, Indonesia ?

DETIKPOS.net - Korea Selatan pantas disebut surga buat pengguna internet. Bagaimana tidak, kecepatan akses di sana jauh di atas kecepatan rata-rata di dunia.

Hasil analisis yang dilakukan Akamai mencatat, rata-rata kecepatan internet global 1,7 Megabits per detik (Mbps). Sejumlah negara memang melampaui kecepatan itu. Namun, kota yang memiliki kecepatan akses paling cepat di dunia adalah Masan, Korea Selatan. Rata-rata 12 Mbps dan pengguna bisa mengunduh hingga 33 Mbps.

"100 Mbps tersedia di Korsel, namun secara harga tidak bisa dijangkau oleh publik. Maklum, ongkosnya mencapai ratusan dolar AS per bulan," kata David Belson, Head of Market Intelligence Akamai.

Laporan Akamai ini sekaligus menunjukkan bagaimana jaringan mobile juga menuntut permintaan kecepatan data yang lebih besar.

Sekitar 83 dari 109 provider menawarkan kecepatan lebih besar dari 22 Mbps, 33 menawarkan 5 Mbps dan 6 provider 10 Mbps. Rata-rata kecepatan mobile global bervariasi, antara 105 Kbps hingga 7,2 Mbps. Uniknya variasi kecepatan ini juga bisa ditemui di Slovakia.

Negara-negara di Asia mendominasi kota-kota dengan akses internet tercepat di dunia. Dalam pemeringkatan dua puluh besar, didominasi oleh kota-kota di Korea Selatan dan Jepang.

Berikut daftar peringkat kecepatan akses internet:

1. Korea Selatan 12 Mbps
2. Hong Kong 9 Mbps
3. Jepang 7.8 Mbps
4. Romania 6.3 Mbps
5. Latvia 6.3 Mbps
6. Swedia 6.1 Mbps
7. Belanda 5.9 Mbps
8. Ceko 5.4 Mbps
9. Denmark 5.3 Mbps
10. Swiss 5.2 Mbps
[KMP/RIS]